Pertemuan ke 14 Filsafat Islam - Ibnu Rusyd

Pertemuan ke 14 Filsafat Islam – Ibnu Rusyd

Nama  : Azalia Naila Putri Adji

NIM    : 11220511000137

Kelas   : Jurnalistik 3C

Pada perkuliahan filsafat islam kali ini diadakan secara daring lewat google meet. Pertemuan kali ini akan membahas materi tentang “Ibnu Rusyd: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya”. Materi ini juga akan di presentasikan oleh kelompok 12 dari kelas C dan D. Bapak Rizal selaku dosen juga memberikan penjelasan mengenai Ibnu Rusyd.

Ibn Rusyd atau nama lengkapnya Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd, berasal dari keturunan Arab kelahiran Andalusia. Ibn Rusyd lahir di Andalusia (Spanyol) tepatmya di kota Kordoba tahun 526H/1198 M. Kebesaran dan kejeniusan Ibn Rusyd bisa dilihat pada karya-karyanya. Dalam berbagai karyanya ia selalu membagi pembahasannya ke dalam tiga bentuk, yaitu komentar, kritik, dan pendapat. Ia adalah seorang komentator sekaligus kritikus ulung. Ulasannya terhadap karyakarya filsuf besar terdahulu banyak sekali, antara lain ulasannya terhadap karyakarya Aristoteles.

Beberapa karya Ibn Rusyd yang masih dapat dilacak diantaranya sebagai berikut: Filsafat dan hikmah: Tahafut At Tahafut (kerancuan dalam Kerancuan) adalah tanggapan atas buku Al Ghazali Tahafut Al Falasifah (Kerancuan Para Filosof), Jauhar Al Ajram As Samawiyah (Struktur Benda-benda Langit), Ittishal Al 'Aql Al Mufarriq bi Al Insan (Komunikasi Akal yang Membedakan dengan Manusia), Masa'il fi Mukhtalif Aqsam Al Manthiq (Beberapa Masalah tentang Aneka Bagian Logika).

Mengenai hubungan antara agama dan filsafat, menawarkan satu pandangan baru yang orisinil dan rasional, dalam arti mampu menangkap dimensi rasionalitas baik dalam agama maupun dalam filsafat. Rasionalitas filsafat dibangun atas landasan keteraturan dan keajekan alam ini, dan juga pada landasan prinsip kausalitas. Sementara itu, rasionalitas agama juga dibangun atas dasar maksud dan tujuan yang diberikan sang Pembuat Syariat, dan yang pada akhirnya bermuara pada upaya membawa manusia kepada nilai-nilai kebajikan atau al-fadlilah.

Gagasan Averrroisme yang ingin mengembangkan gagasan-gagasan Ibn Rusyd dan berkembang di Barat sejak abad ke-13 ternyata tidak sepenuhnya bertumpu pada pemikiran Ibn Rusyd. Ada penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para eksponen Averroisme dari ajaran-ajaran Ibn Rusyd yang sebenarnya. Penyimpangan yang paling jelas adalah pandangan Ibn Rusyd tentang harmonisasi antara akal dan wahyu, filsafat dan agama. Mereka hanya mengambil gagasan rasionalisme Ibn Rusyd.

Itulah kesimpulan materi yang bisa saya dapatkan, terakhir yaitu ada sesi tanya jawab, kelompok 12 melakukan sesi tanya jawab dengan baik, menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa lain dengan jawaban yang bisa dipahami secara baik oleh mahasiswa lain juga. sesi tanya jawab ini juga dibantu oleh dosen Bapak Study Rizal yang juga menyampaikan dan bercerita tentang Ibnu Rusyd ini serta membantu memperbaiki isi makalah kelompok jika ada suatu kesalahan. 

Komentar