Pertemuan Ke-sembilan Filsafat Islam

Pertemuan Kesembilan Filsafat Islam

Nama : Azalia Naila Putri Adji
NIM : 11220511000137
Kelas : Jurnalistik 3C

Pada pertemuan Kesembilan Filsafat Islam kelas C dan D, dilaksanakan secara offline di ruang teater Lt.6 gedung fdikom. Pada pertemuan kali ini akan membahas materi tentang "Ibnu Miskawaih: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya". materi ini juga akan di presentasikan oleh kelompok 7 (tujuh), salah satu anggotanya saya sendiri, jadi saya juga akan ikut untuk presentasi mengenai materi tersebut. 

Di Makalah yang sudah dibagikan oleh pemakalah, berikut beberapa materi yang bisa saya ambil dari "Ibnu Miskawaih: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya":

1. Ibnu Miskawaih atau Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Ya’kub Ibnu Maskawaih, disebut juga Abu Ali al-Khazin. Ia lahir di kota Ray (Iran) pada tahun 320 H/932 M. Beliau hidup di zaman Dinasti Buwaihi. 
Pada dasarnya Ibnu Miskawaih adalah ahli sejarah dan moralis. Ia juga seorang penyair. beliau wafat di Isfahan pada tanggal 9 Shafar 421 H atau 16 Februari 1030 M.

2. Pemikiran filsafat jiwa menurut Ibnu Miskawaih, Definisi jiwa menurut Ibnu Miskawaih adalah sebuah inti yang sangat halus dan jauhar rohani yang kekal, tidak hancur dengan sebab hancurnya kematian jasmani. Ia tidak dapat dirasakan oleh salah satu indera manusia, dan hanya mengetahui dirinya sendiri. 

3. Pemikiran filsafat akhlak menurut Ibnu Miskawaih, Ibnu Miskawaih berpendapat bahwa akhlak merupakan suatu sikap mental yang mendorong manusia untuk mendorong mereka melakukan tindakan yang tidak dipikirkan secara matang. Sikap mental ini berasal dari kebiasaansehari-hari dan bisa juga berasal dari naluri sejak lahir. Menurutnya, akhlak itu alami sifatnya, namun akhlak juga dapat berubah cepat 
atau lambat melalui disiplin serta nasehat nasehat yang mulia.  

4. Karya-karya Ibnu Miskawaih, Karya-karyanya semua berfokus kepada Pendidikan akhlak (tahzib al-akhlak), diantara adalah; al-Fauz al-Akbar, Al-Fauz al-Asghar, Tajarib al-Umam, Usman al-Farid, Tartib al-sa’adah dan al-Musthafa, Jawidan Khairad, Al-jami’, Al-Syiar, Tentang pengobatan sederhana, Tentang komposisi Bajat, Kitab al-Asyribah serta Tahzib al-Akhlaq. 

Setelah presentasi makalah lalu dilanjutkan dengan tanya jawab untuk kelompok tujuh, salah satu pertanyaanya, yang ditanyakan oleh saudari siti habibah yaitu :
"Bagaimana pemikiran Ibnu Miskawaih tentang filsafat jiwa dan filsafat akhlak dalam mempengaruhi karya karya yang dihasilkannya?"

Jawaban saya pada pertanyaan itu adalah,
Pemikiran Ibnu Miskawaih tentang filsafat jiwa dan akhlak sangat mempengaruhi karyanya, terutama dalam "Tahzib al-Akhlaq". Dalam karyanya ini, dia menyajikan teori-teori moralitas yang berakar dalam pandangannya tentang jiwa dan etika. Pendekatan ini memungkinkan Ibnu Miskawaih untuk menyusun pedoman moral yang kuat untuk individu dalam mencapai kebajikan dan keunggulan moral.
Filsafat Jiwa:
Ibnu Miskawaih memahami jiwa sebagai entitas yang memiliki kemampuan untuk mengetahui, merasakan, dan bergerak. Dia memandang bahwa jiwa memiliki potensi untuk mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan, dan bahwa melalui pendidikan dan pengembangan, jiwa dapat mencapai keunggulan moral.
Filsafat Akhlak: Dia mengajarkan bahwa kebajikan, seperti keadilan, kebijaksanaan, keberanian, dan kesabaran, adalah sifat-sifat yang harus diperjuangkan oleh individu. Selain itu, dia menekankan pentingnya menghindari sifat-sifat buruk seperti kemarahan, kedengkian, dan kebencian.

itulah jawaban yang bisa saya berikan, dan Bapak Rizal selaku dosen juga memperbaiki dan menambahkan jawaban yang lebih tepat dan akurat, setelah selesai sesi tanya jawab, Bapak Rizal pun juga menambahkan penjelasan materi agar mahasiswa bisa lebih paham pengenai materi Ibnu Miskawaih ini. 

Komentar