Pertemuan ke 12 Filsafat Islam "Ibnu Bajjah"

Nama : Azalia Naila Putri Adji

NIM : 11220511000137

Kelas : Jurnalistik 3C

Pada perkuliahan filsafat islam kali ini dilaksanakan secara online/daring. Di pertemuan kali ini akan membahas materi tentang “Ibnu Bajjah: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya” yang akan dipaparkan oleh kelompok 10 dari kelas C dan D Jurnalistik. Berikut materi yang bisa saya simpulkan dari perkulihan hari itu.

Ibnu Bajjah: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya.

Ibnu Bajjah adalah seorang filsuf Muslim yang juga menguasai berbagai bidang ilmu, seperti astronomi, fisika, music, kedokteran, botani, dan puisi. Ibnu Bajjah lahir di Aragon, Provinsi Zaragoza, Spanyol, pada tahun 1085 dengan nama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin As-Saigh at Tujibi. tutup usia di Fez (Maroko) pada Ramadhan tahun 533 Hijriyah.

Pemikiran filsafat Ibnu Bajjah:

Metafisika (ketuhanan), Menurut Ibnu Bajjah, bahwa segala sesuatu yang ada (almaujudaat) itu terpolarisasi kepada sesuatu yang bergerak dan prihal ini sifatnya terbatas karena al-Jism.
Penggerak yang bersifat azali; dan Dia adalah sesuatu yang infinite karena al-Jism itu sifatnya terbatas maka dia haruslah digerakkan oleh sesuatu yang bersifat infinite dan gerak ini oleh Ibnu Bajjah disebut dengan al-aql.

Jiwa, Ibnu Bajjah berpandangan bahwa setiap manusia itu memiliki satu jiwa. Jiwa ini bersifat abadi dan tidak akan mengalami sesuatu perubahan sebagaimana halnya jasmani. Dan jiwa itu sentra bagi kehidupan manusia. Jiwalah sebagai penggerak jasad. Dan dia mensistematisasikan bahwa yang menggerakan jiwa itu adalah dua jenis alat, yaitu alat jasmani dan alat rohani. Karena itu Ibnu Bajjah membatasi konsep jiwanya pada tataran sebagai sesuatu jauhar rohani yang bersifat kekal setelah proses kematian.

Karya-karya Ibnu Bajjah:

1. Kitab Tadbīr al-Mutawaḥḥid, ini adalah kitab yang paling terkenal dan penting dari seluruh karya tulisnya. Isinya tentang akhlak dan politik serta usaha individu menjauhkan diri dari seluruh keburukan dalam masya¬rakat, yang disebut sebagai insān muwaḥḥid (manusia penyendiri);

2. Risālat al-wadā’, kitab ini membahas tentang penggerak pertama (Tuhan), manusia, alam, dan kedokteran;

3. Risālat al-Ittiṣāl, kitab ini menguraikan tentang hubungan manusia dengan ‘aqal fa’al;

4. Kitab al-Nafs, kitab ini menjelaskan tentang jiwa.

Setelah itu dibuka sesi tanya jawab. Bapak Rizal selaku dosen juga menambahkan penjelasan mengenai materi yang sedang dibahas, sesi diskusi berjalan lancer dan kelompok 10 memaparkan materi serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan baik dan dapat dipahami.

Komentar