Pertemuan Kedelapan Filsafat Islam (Inilah.com)

Nama : Azalia Naila Putri Adji

NIM : 11220511000137

Kelas : Jurnalistik 3C

Pada pertemuan ke delapan mata kuliah filsafat Islam ini dialihkan ke acara yang diselenggarakan oleh "inilah.com". Acara berlangsung di Ruang Theater Lt.2 FDIKOM dari jam 13:00-16:00 WIB. inilah.com mengambil tema untuk acara ini dengan mengajak mahasiswa sebagaj agen anti-hoaks. inilah beberapa materi yang bisa saya ambil dari acara tersebut.

"inilah.com goes to campus. mahasiswa sebagai agen anti-hoaks (titik tengah titik cerah)".
Pemaparan materi pertama oleh narasumber Rahma Sarita (Warpemred inilah.com).
- membahas tentang penggunaan buzzer, buzzer merupakan orang yang memanfaatkan akun sosial media miliknya guna menyebarluaskan informasi atau melakukan suatu promosi maupun iklan dari suatu produk atau jasa pada perusahaan atau instansi. kadang buzzer ini juga sering disalah gunakan untuk menyebar informasi ataupun berita yang belum tentu benar.
- Di etika dalam dunia Jurnalistik pegangannya yaitu kritis, cek dan ricek, cover both side yaitu harus dilihat dari pihak yang berseberangan.

Pemaparan materi kedua oleh narasumber DR. Tantan Hermasyah (ketua jurusan magister kpi)
menurut DR. Tantan Hermasyah, hoax itu menunjukan performa bahwa dia benar padahal sebenarnya sangat salah, melawan hoax itu harus berani. jangan share, biarkan informasi itu sampai disitu, lebih baik cari sendiri, google juga punya fitur untuk mengecek benar atau tidak nya tentang informasi ataupun suatu hal yang didapat.

Pemaparan materi terakhir oleh narasumber Sultan Rivandi (Host inilah.com).
kondisi agresif manusia itu tergantung dengan apa yang dia tonton di televisi, hari ini media kadangkala menjadi penentu kadang menjadi fasilitator untuk mengoyak emosi kita ketika melihat satu kabar tertentu terutama tentang kabar politik.
ada 2 hal yang dapat kita lakukan dalam demokrasi, yaitu ada suplai dan demand nya, suplai kadang kita tidak bisa menentukan sistem politik nya karena sistem regulasinya, seperti jualan pisang tiba" jadi pemimpin, tapi kita bisa menciptakan pasar yang kondusif. demand demokrasi yaitu kita sebagai pemilih harus membelokan navigasi politik kita.

Komentar