Pertemuan ke Enam Filsafat Islam
Pertemuan ke enam Filsafat Islam
Nama: Azalia Naila Putri Adji
NIM : 11220511000137
Kelas : Jurnalistik - 3C
Pada pertemuan ke Enam mata kuliah Filsafat Islam dilaksanan secara luring di gedung FDIKOM T6. Di awal perkuliahan dosen, yaitu Bapak Drs. Study Rizal membuka perkuliahan dengan bercerita dan menyampaikan tentang materi perkuliahan. Pada pertemuan kali ini akan membahas materi yaitu "Ibnu Sina : Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya" ,materi ini akan di presentasikan oleh kelompok 5(lima) dari kelas C dan D.
Kesimpulan yang bisa saya dapat dari materi "Ibnu Sina : Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya" yaitu :
- Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali al-Husein ibn Abbdulah Ibn Sina, di dunia barat ia dikenal dengan nama Avicenna. ia seorang al-hakim al-masyhur (filosof yang sangat terkenal) sampai-sampai ia diberi gelar al-Syeikh al-Ra’is. Ibnu Sina dilahirkan pada tahun (370-428 H/980-1037 M) berada di sebuah desa Afsyanah yang tidak jauh dari Buhkara, di Transoxiana (Persia Utara) pada masa sebuah dinasti Persia di Asia Tengah.
- Ibnu Sina adalah dokter di Dunia Barat dan ia seorang filsuf, ilmuan dan kehidupannya merupakan perjuangan yang bisa diteladani masyarakat awam. karya-karya dari Ibnu Sina yaitu ,
1. Kitab Asy-Syifa. Kitab ini adalah tulisan yang terpenting tentang filsafat dan terdiri atas empat bagian, yaitu: mantik, matematika, fisika dan metafisika (ilahiyah). Dengan kitab ini ia telah memperoleh kedudukan yang sangat tinggi baik di dunia timur maupun barat. Karya ini merupakan ensiklopedia studi Islamic-Yunani pada abad ke sebelas, yang ia susun dari logika sampai matematika dan metafisika.
2. Kitab al-Najat, atau Kitab Penyelamat adalah ringkasan kitab al-Syifa, karya ini jauh lebih banyak dibaca dari pada al-Syifa, dan ditulis bagi orang-orang terpelajar yang ingin mengetahui dan memahami dengan lengkap dasar-dasar ilmu hikmah.
3. Kitab al-Qanun fi al-Thibb (Qanon of Medice), buku ini sangat tebal terdiri dari lima bagian (kitab). Telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan bahasa-bahasa Eropa lainnya dan menjadi literatur pokok di Universitas-universitas di Eropa sampai akhir abad ke-17 dan sampai kini menjadi manuskrif bidang kedokteran yg tersimpan rapi di perpustakaanBirmingham, Inggris bersama dengan kitab-kitab lainnya terutama alSyifa.
4. Kitab al-Isyarat wa al-tanbihat, adalah kitab terakhir yang ditulis Ibn Sina, hasil dari satu fase yang lebih independent dalam perkembangan intelektualnya. Dan buku yang paling indah dalam ilmu hikmah.
- minat dan karya ibnu sina mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari fisika hingga kedokteran hingga psikologi dan musik, banyak di antaranya (misalnya kitāb shifāʾs) tumbuh dari kebutuhan untuk mencoba memberikan landasan rasional pada sains. filsafat ilmu ibnu sina merupakan sintesis yang mempertemukan banyak sumber, terutama aristotelianisme dan neoplatonisme, tetapi juga tradisi islam, yang juga berlaku bagi para pemikir lain sebelum dan sesudahnya, karena tidak ada manusia yang hidup terisolasi.
- Ibnu Sina menganggap jiwa sebagai kendaraan spiritual yang melambangkan kesatuan tubuh dan jiwa, dan menawarkan visi unik tentang akhirat dan pahala. Ketika merefleksikan al-wujud, beliau menggunakan konsep “Wajib AlWujud” dan “Mumkin Al-Wujud” untuk membuktikan keberadaan Tuhan dengan menjelaskan bahwa Tuhan pada hakikatnya merupakan keberadaan yang diperlukan, substansi dan mencakup segala sesuatu yang ada. Selain itu, dalam pandangannya tentang negara, Ibnu Sina menekankan pentingnya penguasa menaati Allah dan berlandaskan prinsip-prinsip Islam.
- Terakhir dengan konsep emanasi menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan alam melalui proses hierarkis yang tetap mempertahankan konsep tauhid dalam Islam. Terakhir dengan konsep emanasi menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan alam melalui proses hierarkis yang tetap mempertahankan konsep tauhid dalam islam. oleh karena itu, pemikiran ibnu sina memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan filsafat dan pemikiran di dunia islam.
Itulah kesimpulan materi yang bisa saya dapatkan, terakhir yaitu ada sesi tanya jawab, kelompok 5 melakukan sesi tanya jawab dengan baik, menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa lain dengan jawaban yang bisa dipahami secara baik oleh mahasiswa lain juga. sesi tanya jawab ini juga dibantu oleh dosen Bapak Study Rizal yang juga menyampaikan dan bercerita tentang Ibnu Sina ini serta membantu memperbaiki isi makalah kelompok jika ada suatu kesalahan. setelah itu berakhir sesi perkuliahan secara kondusif dan tertib.
Komentar
Posting Komentar