Pertemuan ke 4 Filsafat Islam

 Nama : Azalia Naila Putri Adji

NIM : 11220511000137

Kelas : Jurnalistik 3-C. 

Pertemuan ke Empat Filsafat Islam.

Pada pertemuan ke 4 ini perkuliahan Filsafat Islam dilaksanan luring di Theater Lt. 6 FDIKOM. Diawal perkuliahan sebelum presentasi kelompok 3 Bapak Rizal selaku dosen Filsafat Islam sedikit memaparkan materi dan sharing cerita kepada para mahasiswa, lalu setelah itu dilanjutkan dengan presentasi kelompok 3 dengan makalah yang berjudul "Al-Kindi: Sejarah dan pemikiran Filsafatnya". Selama presentasi mahasiswa dibagi menjadi 3 kelompok bagian karena setiap anggota dari kelompok 3 akan mempresentasikan makalah nya di setiap kelompok yang di bagi 3 itu. 

Kesimpulan dari Materi kelompok 3 yaitu:

- Al-Kindi adalah filsuf Islam yang hidup pada masa kekhalifahan Bani Abbasiyah. Al-Kindi lahir pada 809 M di Kufah. Al-Kindi dikenal sebagai penggerak dan pengembang ilmu Pengetahuan. Hal 

ini karena karya dan pemikiran Al-Kindi meliputi bidang yang sangat luas dan beragam. Hampir setiap bidang keilmuan, terdapat karya Al-Kindi yang membahasnya.

- Pemikiran Al-Kindi mengenai hubungan agama dan filsafat adalah, Al-Kindi mengungkapkan bahwa filsafat dan agama sama-sam menceritakan kebenaran, dan filsafat yang paling tinggi adalah filsafat agama. Sebab, pada dasarnya, ilmu agama dan filsafat merupakan dua hal yang saling berkaitan, sehingga manusia harus memahami keduanya.

- Kontribusi atau peran Al-Kindi dalam perkembangan filsafat islam pada masanya yaitu: 

1. Terjemahan karya filsafat yunani.

2. Sistesis filsafat yunani dan islam.

3. Perkembangan ilmu astronomi.

4. Perkembangan ilmu matematika.

5. pemikiran tentang alam semesta.

- Pemikiran Al-Kindi konsep ketuhanan.

Sesuai dengan ajaran islam yang ada, Tuhan bagi filsafat Alkindi adalah merupakan pencapaian dan bukan penggerak pertama. Alam bagi al-Kindi juga bukan kekal di zaman lampau (qadim), tetapi mempunyai permulaan. Tuhan adalah wujud yang sempurna dan tidak didahului wujud lain. Wujud-Nya tak berakhir, sedangkan wujud yang lain disebabkan wujudnya. Tuhan adalah maha Esa yang tidak dapat dibagi bagi, dan tidak ada dzat lain yang menyamai-Nya dalam segala Aspek. 

Setelah selesai presentasi, anggota kelompok 3 pun maju satu-satu untuk memberikan kesimpulan hasil diskusinya dan tanya jawab di pembagian kelompok masing masing. presentasi dan perkuliahan berjalan dengan baik kan kondusif. 

Komentar